
mengisahkan Sintong Tinggal, mahasiswa sastra yang menjadi "mahasiswa abadi" sambil membantu pamannya menjual buku bajakan, menghadapi dilema antara idealisme dan realitas pahit; novel ini mengangkat isu pembajakan, kejujuran, kepalsuan hidup, dan pentingnya integritas, mengajak pembaca untuk berdamai dengan diri dan memulai perubahan positif, dengan latar belakang Jakarta tahun 1965
Belum ada ulasan. Jadilah yang pertama!